Bagi kaum Muslimin, Yerusalem merupakan tempat ketiga paling suci dalam Islam. karena Nabi Muhammad mengalami Isra’ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, dilanjutkan dengan Mi’raj (naik) dari Masjidil Aqsa hingga ufuk terjauh di Sidratul Muntaha. Disitu Rasulullah berdialog dengan Rabbnya, menerima perintah shalat wajib lima waktu. Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam surah An-Najm ayat 14.
Apabila kembali ke sejarah Yerusalem, kita dapat melihat bahwa kota ini mengalami kesengsaraan sebelum kedatangan Islam. Disaat Islam menguasai kota ini barulah mencapai ketenangan dan keamanan. Banyak pedagang-pedagang Arab berdagang di sini termasuk dari Mekkah. Disaat tentara Salib menguasai kota ini, semua penduduknya, termasuk yang beragama Kristen dibunuh dengan kejam.yang terjadi sekarang malah kebalikannya. Setelah berhasil menguasai sebagian wilayah Palestina, mulailah eksodus besar-besaran orang-orang Yahudi dari Eropa dan beberapa benua lain mulai mengusir penduduk asli untuk membangun pemukiman khusus orang Yahudi. dengan sokongan, baik finansial maupun logistik dari negara-negara barat, mulailah penindasan massal terhadap masyarakat Palestina.
Ironisnya, dunia hanya dapat menutup mata terhadap kekejaman ini, seakan-akan tidak terjadi sesuatu. Yang paling mencolok adalah dari pihak AS dan Inggris. Dengan nyata-nyata mereka selalu dengan setianya memberikan bantuan kiriman senjata ke Israel. AS pun selalu membela hampir setiap tindakan Israel, yang bahkan anak kecil sekalipun tau itu salah.
Mesjid Al-Aqsa kini memasuki fase “amat berbahaya” karena kehancuran tinggal menunggu waktu, jika dunia Arab dan Islam tetap tidur. pernyataan ini menyusul panggalian terowongan yang dilakukan Israel di bawah Mesjid Al aqsa dari sisi barat, tepatnya di pintu al massagharibah, beberapa tahun yang lalu. penggalian ini sejatinya sudah dicanangkan sejak tahun 1967, saat mereka menduduki Al Quds. walaupun mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional.
Prosedur super ketat yang diberlakukan Israel di wilayah tepi barat, termasuk kota suci Al Quds, nyaris membuat umat Islam tidak mempunyai akses kedalam mesjil Al Aqsa, begitu juga kota-kota di Tepi Barat lainnya. Apalagi setelah meletusnya gerakan Intifadhah pada tanggal 28 Sebtember 2000, yang dipicu oleh penodaan yang dilakukan PM Israel Ariel Sharon di areal Mesjid Al Aqsa.
Kondisi ini menuntut seluruh umat Islam untuk berperan aktif dalam membebaskan Masjid Al Aqsa. Umat Islam memiliki keterikatan erat dengan kota suci Al Quds dan Mesjid Al Aqsa. Disinilah umat Islam generasi paling awal termasuk Nabi Muhammad berkiblat ketika melaksanakan shalat. Perpindahan kiblat baru terjadi pada tahun kedua hijriah setelah turun perintah Allah (QS Al Baqarah:144), kerika Nabi Muhammad saw dan para sahabat melaksanakan shalat Ashar di sebuah mesjid di luar kota Madinah. Mesjid itu lalu dinamakan Masjid Qiblatain (dua kiblat).
dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bakhari, Muslim, Ibnu Majah dan Abu Dawud, Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Tidak boleh mengkhususkan melakukan perjalanan kecuali kepada 3 masjid, yaitu Masjid al-Haram, Mesjid an-Nabawi dan Mesjid Al-Aqsa” Hadits ini menunjukkan ketinggian mesjid al-Aqsa dalam Islam. Hadits itu juga menekankan pentingnya kaum muslimin memerhatikan masjid al-Aqsa dan menekankan tanggung jawab membela dan menjaga mesjid tersebut. kita tidak boleh membiarkan atau melalaikan Masjid al-Aqsa dikuasai musuh.
Disusun Oleh :
SITI LESTARI
ana senang bisa melihat fakta langsung dari keajaiban dunia, walau hanya dari sebuah gambar. terima kasih tuk pembelajaran ini.tetap gali dan sebarkan temuan barunya
Oleh: safirajannah on 14 Maret 2010
at 8:06 am